Pages

Showing posts with label MAKUMPALA UNTAN. Show all posts
Showing posts with label MAKUMPALA UNTAN. Show all posts

Sunday, July 17, 2011

Pendidikan Dasar MKP-U : Membangun Karakter Anggota Berbasiskan Kepedulian Terhadap Alam dan Lingkungannya

Pendidikan Dasar Merupakan suatu rangkaian dalam penerimaan anggota baru didalam organisasi MAKUMPALA UNTAN. Proses ini menjadikan mahasiswa sebagai Calon Anggota (CAANG) ke Anggota Muda MAKUMPALA UNTAN. Dalam rangkaian ini, umumnya dimulai dari Pengenalan Organisasi ke Mahasiswa baru dilingkungan Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura. Bentuk pengenalan organisasi ini bermacam-macam cara, salah satunya kegiatan One Day With MAKUMPALA UNTAN atau Back to Nature. Kegiatan ini semacam pengenalan kegiatan kampus dengan cara yang cukup bersahabat, seperti Presentasi Kelas dan Praktek Jelajah Alam. Tak cukup sampai disitu, kegiatan lainnya untuk mempublikasikan organisasi juga berupa Publikasi di dinding-dinding kampus (kesannya mengotorkan, tapi apa boleh buat tatkala Dinding Kampus lebih banyak Iklan Layanan Pembuatan Makalah, Skripsi atau Iklan Laundry bagi mahasiswa kos-kosan). Di dalam tahapan awal ini tak jarang juga face to face mengenalkan organisasi, baik dari mulut ke mulut maupun dari kos ke kos (militansi yang gak pernah luntur buat mencari anggota baru) bahkan ada yang cenderung memotivasi dengan mendeskreditkan kemampuan fisik mahasiswa baru (metode yang menyimpang namun ampuh ketika yang bersangkutan merasa tertantang menerima “tawaran” atas nama sebuah slayer). Begitulah suasana yang tak pernah berubah dari tahun ke tahun di MAKUMPALA UNTAN (tradisi yang terus dilestarikan, bahkan ketika para pelopor dan perintisnya mengembara entah kemana).

Setelah Mahasiswa mendaftarkan diri menjadi CAANG, maka episode baru di MAKUMPALA UNTAN pun dimulai, para pengurus, senior dan instruktur mulai menyiapkan segala sesuatu demi kesempurnaan kelahiran adik-adiknya. Rasa letih dan emosi bercampur menjadi satu. Dari malam ketemu malam, dari briefing ke briefing, bahkan dari piring ke piring para abang dan kakak-kakak ini rela menunggui kelahiran sang adik, kontraksi-kontraksi pun muncul tiap saat. Stressing (masih rancu juga sih pengertiannya, membuat stress untuk sang adik atau menstresskan diri akibat terlalu lama duduk dikelas kena doktrin dosen, masih perlu dikaji lebih dalam untuk hal yang satu ini) demi stressing pun dilakukan, tak heran tiap senior atau instruktur selalu kelihatan keningnya berkerut-kerut akibat terlalu banyak pikiran, tak jarang juga ada yang ubanan memikirkan Pendidikan Dasar ini. Berangkat dari hal tersebutlah maka Pendidikan Dasar juga menjadi Project Character Building Organization kedepan. Kualitas Sumber Daya Manusia dipertaruhkan antara simpul-simpul pada bivak. Pendidikan Dasar juga menjadi ajang bagi para junior untuk melatih diri dalam menjadi Instruktur yang bener.

Ketika Pendidikan Dasar dimulai dengan Upacara Pembukaan maka materi dan kurikulum yang disampaikan sudah disiapkan sejak beberapa hari sebelumnya. Para Instruktur memulai Pendidikan Dasar dengan memberi materi di kelas sesuai perintah dari Kepala Suku (sesuai garis komando, Kepala Suku biasanya mendelegasikan Proses ini ke Datok Panglima, biar kualitas prajurit tetap terjaga). Proses Pendidikan Dasar kelas merupakan Tahapan Pertama dari detik-detik kelahiran. Jarang yang teraborsi, tapi tak sedikit yang harus menyerah pada proses alam. Disini hanya satu yang dibutuhkan untuk menang, kekuatan dari dalam. Kerasnya proses Pendidikan Dasar Kelas juga menjadi salah satu factor utama dari upaya menjaga kualitas SDM di organisasi. Walaupun dengan mulut manis mengatakan bahwa Diksar Kelas merupakan Proses yang elegan dan berdemokrasi, namun dalam kenyataannya??? Tak ada yang mudah Jenderal... Antara butir-butir keringat yang jatuh membasahi slayer hijau, semuanya menjadi saksi bahwa mengabadikan diri sebagai Anggota Abadi MAKUMPALA UNTAN bukanlah hal yang gampang, tiap butir beras yang dimasak atas api yang hidup dari turunan ilmu para leluhur melebur pada darah dan daging tiap anggota Makumpala, melewati batas suku, agama, keyakinan dan kasta-kasta ekonomi, tak ada anak pejabat, petani atau penggembala domba disini.. Semua itu telah dipersembahkan pada kertas-kertas syarat administrasi pendidikan. Lezatnya mie goreng telur hasil masakan dirumah jauh berbeda rasa tatkala adukan bumbu, cabai, bawang goreng, indomie, beras setengah masak dan beberapa tetes peluh yang tak sengaja melebur menjadi satu dalam piring seng. Tak lupa air minum dari botol aqua yang entah dimasak atau tidak menjadi pelengkap dari menu ke menu anak camp makumpala. Sedikit mewah campuran sarden dengan tulang yang belum gurih juga menjadi santapan yang tak terlupakan di simpang sirih. Iya, menikmati gemericik alam di simpang sirih lokasi diksar lapangan nun jauh dari dinding-dinding kayu camp makum yang hangat. Tak ada nama kami disini, tak ada satupun.. hanya pernah tertera nama-nama hewan hasil julukan yang telah dibahas dan di rapatkan oleh para abang dan kakak-kakak tercinta.

Salah satu kebiasaan atau tradisi turun temurun dari organisasi Makumpala Untan adalah memberi nama “kesayangan” ke adik yang baru, nama tersebut bukanlah diambil dari nama-nama bayi di eropa atau di rusia sana. Nama-nama tersebut diambil dari nama hewan yang hidup dan dikenal oleh manusia. Tak ada yang bernama Panda atau Kucing Rusia, yang ada salah satunya seperti : Berok (Sejenis orang utan, satu ordo dengan bekantan, monyet, kera, cucunya Gorilla atau Kingkong di Zaman Purbakala, menurut Charles Darwin, Berok ini merupakan cikal bakal manusia), ada juga yang bernama Kalkun (kalo yang ini sejenis unggas, biasanya di jadikan santapan pada hari Thanksgiving di Amerika dan Eropa, tapi penyandang nama gelar ini asli ber KTP Pontianak Utara), yang lain seperti Gegat, Tembakol, Cecak, Keledai, Tapir, Kodok dan sebagainya. Yup, Kodok (bentuknya yang bulat dan dipercaya dapat memanggil hujan, berkah bagi umat manusia, kalo kelamaan hujannya menjadi musibah karena banjir akan datang). Kesemuanya merupakan nama-nama hewan yang berada dalam piramida kehidupan, ada dalam suatu ekosistem. Bahkan ada yang bernama Ular Sawa Kadut, (hewan melata, kalo kenyang perutnya buncit dan malas, cenderung berganti kulit tiap beberapa musim, seperti jenis ular pada umumnya, kalo lagi mencari mangsa maka liarnya gak bisa ditahan, bahkan lilitannya dapat mematikan). Nama gelaran ini merupakan wujud dari upaya character building yang diinginkan organisasi, tapi jangan berharap menemukannya di nomenklatur yang tersistematis. Semuanya hanya bisa dirasakan dan dijalani ketika hari-hari berada di bawah panji-panji makumpala.

Membangun Karakter di Makumpala bukan hanya tuntas di Pendidikan Dasar maupun di Ekspedisi Pengembangan saja. Banyak batu asah yang dapat digunakan untuk mempertajam kualitas diri. Organisasi hanya menemukan kita diantara semak belukar, untuk menjadi pribadi yang layak menyandang slayer orange tercinta. Singkatnya waktu untuk mengabdikan diri di Organisasi, menjadikan para anggota baru “tersadar” setelah tak lagi menjadi Anggota Biasa. Waktu membuat seorang anggota mau gak mau menjadi anggota lanjutan. Sedikit banyak menyesalkan atas sedikitnya perbuatan yang dipersembahkan ke organisasi. Tapi seorang Ibu tetap berdiri kokoh, melihat keberhasilan anak-anaknya dalam membangun komunitas-komunitas kecil yang dibangun atas keringatnya sendiri. Sang Ibu tak meminta Pamrih hal itu, walaupun kerinduan sang anak tatkala harus berpisah jauh dari pangkuan sang Ibu. Bivak-bivak pun tersebar di seluruh nusantara, Abang dan Kakak-kakak tercinta menunggu dengan setia untuk bisa bercengkerama bersama adik2nya, entah diutus sang Ibu untuk menjelajah rimba tetangga sang kakak atau hanya sekedar menyapa ala kadarnya. Sang Ibu tak pernah lupa dengan anak-anaknya, kapan pun mereka kembali Sang Ibu tetap merangkulnya.

Seperti itulah Pendidikan Dasar Makumpala, Abang (Kelak kau akan mengerti mengapa kami tak membiasakanmu dengan hanya menyebut nama, karena kami menginginkan adik-adikmu yang akan datang menghormatimu seperti yang diajarkan oleh adat-adat timur kita, tak terkikis waktu dan ruang untuk mempertahankan hal itu) dan Para Penjelajah dari tebing bunga ke dinding makamok lainnya akan tetap terus menjagamu, walaupun jarak yang sedemikian jauh untuk kita saling melindungi dan melengkapi. Karena tiap benang yang terajut dalam satu buah slayer saling terkait dengan slayer lainnya.. tetaplah terus melangkah, lewati tapak-tapak rimba, rasakan angin pada kaki gunung disela-sela kantukmu, diselingi cipratan air dari puncak yang tetesan-tetesannya jatuh satu persatu membentuk riam dan menjadikan sungai yang bening, membumilah, agar langkahmu terasa dikala kau berjalan dengan ditemani api lentera, ketika Kau telah siap maka RAIHLAH BINTANG DI LANGIT WALAUPUN KERIKIL-KERIKIL TAJAM MELUKAIMU… SELAMAT DATANG ANGKATAN 24 MAKUMPALA UNTAN….

Tulisan ini didedikasikan kepada Bung Hendra, Patar, Januar, dan para Instruktur, Senior dan para adik-adikku tercinta….

Friday, June 17, 2011

Kelapa Sawit

KELAPA SAWIT

Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah Malaysia, namun proyeksi ke depan memperkirakan bahwa pada tahun 2009 Indonesia akan menempati posisi pertama.Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, dan Sulawesi.Kelapa sawit berbentuk pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.Seperti jenis palma lainnya, daunnya tersusun majemuk menyirip. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak, hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa.Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar.Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan.Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Minyak dihasilkan oleh buah. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Setelah melewati fase matang, kandungan asam lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya.Buah terdiri dari tiga lapisan:* Eksoskarp, bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin.* Mesoskarp, serabut buah* Endoskarp, cangkang pelindung intiInti sawit (kernel, yang sebetulnya adalah biji) merupakan endosperma dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi.Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula).yarat hidupHabitat aslinya adalah daerah semak belukar. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU - 15° LS). Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil, 2000-2500 mm setahun, yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Pola curah hujan tahunan memperngaruhi perilaku pembungaan dan produksi buah sawit.Kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari dua jenis: E. guineensis dan E. oleifera. Jenis pertama adalah yang pertama kali dan terluas dibudidayakan orang. E. oleifera sekarang mulai dibudidayakan pula untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik.Penangkar seringkali melihat tipe kelapa sawit berdasarkan ketebalan cangkang, yang terdiri dari* Dura,* Pisifera, dan* Tenera.Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak per tandannya berkisar 18%. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan jantan Pisifera. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing-masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Beberapa tenera unggul memiliki persentase daging per buahnya mencapai 90% dan kandungan minyak per tandannya dapat mencapai 28%.Untuk pembibitan massal, sekarang digunakan teknik kultur jaringan.Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan, margarin, sabun, kosmetika, industri baja, kawat, radio, kulit dan industri farmasi. Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keuunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik.[1]Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah, rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin.Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. Bunga dan buahnya berupa tandan, bercabang banyak. Buahnya kecil, bila masak berwarna merah kehitaman. Daging buahnya padat. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng, sabun, dan lilin. Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak. Ampas yang disebut bungkil itu digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang.Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90°C. Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder berlubang. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur.Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos.Kelapa sawit didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1848. Beberapa bijinya ditanam di Kebun Raya Bogor, sementara sisa benihnya ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli, Sumatera Utara pada tahun 1870-an. Pada saat yang bersamaan meningkatlah permintaan minyak nabati akibat Revolusi Industri pertengahan abad ke-19. Dari sini kemudian muncul ide membuat perkebunan kelapa sawit berdasarkan tumbuhan seleksi dari Bogor dan Deli, maka dikenallah jenis sawit "Deli Dura".Pada tahun 1911, kelapa sawit mulai diusahakan dan dibudidayakan secara komersial dengan perintisnya di Hindia Belanda adalah Adrien Hallet, seorang Belgia, yang lalu diikuti oleh K. Schadt. Perkebunan kelapa sawit pertama berlokasi di Pantai Timur Sumatera (Deli) dan Aceh. Luas areal perkebunan mencapai 5.123 ha. Pusat pemuliaan dan penangkaran kemudian didirikan di Marihat (terkenal sebagai AVROS), Sumatera Utara dan di Rantau Panjang, Kuala Selangor, Malaya pada 1911-1912. Di Malaya, perkebunan pertama dibuka pada tahun 1917 di Ladang Tenmaran, Kuala Selangor menggunakan benih dura Deli dari Rantau Panjang. Di Afrika Barat sendiri penanaman kelapa sawit besar-besaran baru dimulai tahun 1911.Hingga menjelang pendudukan Jepang, Hindia Belanda merupakan pemasok utama minyak sawit dunia. Semenjak pendudukan Jepang, produksi merosot hingga tinggal seperlima dari angka tahun 1940.[2]Usaha peningkatan pada masa Republik dilakukan dengan program Bumil (buruh-militer) yang tidak berhasil meningkatkan hasil, dan pemasok utama kemudian diambil alih Malaya (lalu Malaysia).Baru semenjak era Orde Baru perluasan areal penanaman digalakkan, dipadukan dengan sistem PIR Perkebunan. Perluasan areal perkebunan kelapa sawit terus berlanjut akibat meningkatnya harga minyak bumi sehingga peran minyak nabati meningkat sebagai energi alternatif.Beberapa pohon kelapa sawit yang ditanam di Kebun Botani Bogor hingga sekarang masih hidup, dengan ketinggian sekitar 12m, dan merupakan kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang berasal dari Afrika.http://id.wikipedia.org/wiki/Kelapa_sawit

Friday, December 24, 2010

75 CARA SELAMATKAN BUMI

Sebarkan Tip ini kepada tiap orang yang anda jumpai. Memang lidah tak
bertulang, berbicara memang lebih mudah dibanding melakukannya. Padahal
tanpa banyak bicarapun sebenarnya kita semua bisa ikut mengambil bagian
dalam upaya pelestarian lingkungan

1. Jangan menggunakan listrik untuk penerangan atau peralatan kecuali jika anda benar-benar sedang menggunakannya, jika tidak menggunakannya matikanlah !
2. Menggunakan lampu luorescent (neon) yang hemat energi.
3. Pergunakan penerangan, pembangkit listrik, unit-unit pemanas bertenaga surya.
4. Manfaatkan lebih banyak penerangan cahaya alam.
5. Pergunakan ventilasi yang struktural untuk penyejuk ruangan daripada menggunakan Air Condition (AC)
6. Pergunakan air dingin, bukan air panas.
7. Pastikan peralatan bertenaga listrik tetap efisien dan terawat dengan baik
8. Pengendalian penerangan, alat pendingin udara secara otomatis, misal dengan alat sensor cahaya
9. Pergunakan alat-alat pematul cahaya untuk menggantikan lampu penerangan.
10. Pergunakan film pelapis kaca atau rayban untuk mengurangi panas matahari.
11. Tanamlah tanaman sebanyak mungin di kebun anda untuk mengurangi karbondiosida.
12. Jangan membakar apa saja, bahkan rokok.
13. Lengkapi mobil atau motor anda dengan katalisator.
14. Jika anda menghentikan kendaraan dalam waktu yang tidak lama, jangan matikan mesin kendaraan anda.
15. Kurangi bawaan pada kendaraan anda untuk mengurangi beban, bahkan mengeluarkan sebatang pensil dari kendaraanpun akan membantu.
16. Jangan membuang sesuatu yang dapat di daur ulang, seperti kaleng aluminium dan kertas. Simpan dan berikan pemulung untuk dijual kembali.
17. Meminimalisir penggunaan styrofoam (gabus sintetik) untuk bungkus makanan.
18. Lihat dan periksa kembali jika anda menggunakan aerosol, cat, AC, apakah mengandung khlorofluorokarbon (CFC).
19. Jangan beli barang apapun yang langsung dibuang sesudah dipakai sekali, jika ada barang sejenis yang dapat dibeli sebagai investasi jangka panjang.
20. Belilah produk yang anda sukai sehingga produk tersebut tidak perlu diganti sampai benar-benar rusak dan tidak dapat dipakai kembali.
21. Cobalah untuk tidak memiliki barang yang hanya memiliki nilai estetika saja.
22. Berhati-hati dengan barang plastik yang anda beli karena ada beberapa jenis plastik tidak dapat di daur ulang.
23. Bawalah tas anda sendiri jika hendak berbelanja yang terbuat dari kain atau kanvas untuk mengurangi produk plastik.
24. Katakan pada seseorang jika anda melihatnya membuang sampah secara sembarangan.
25. Jangan sekali-sekali memotong tanaman atau menebang pohon karena tetumbuhan membantu menyelamatkan bumi.
26. Sirami taman anda dengan air hujan, buat sistem tadah hujan.
27. Pergunakan air sehemat mungkin untuk mencuci kendaraan dan menyiram kebun anda.
28. Pisahkan sampah yang dapat di daur ulang dan tidak.
29. Jangan membuang sampah kedalam saluran air, terusan air, sungai dan laut.
30. Jangan gunakan bahan kimia terutama bahan detergen dan bahan pembersih yang mengandung phospat.
31. Pakailah bahan pengganti zat kimia dalam rumah misal jus lemon dicampur dengan garam,cuka dan amoniak.
32. Jangan menggunakan air lebih dari yang anda perlukan.
33. Apabila mungkin, air di daur ulang.
34. Jangan menggunakan air untuk membersihkan halaman jika dapat dibersihkan dengan sapu.
35. Pastikanlah agar keran bekerja dengan baik dan pergunakan pancuran yang mengalir pelan.
36. Periksa pembilas toilet berada dalam keadaan baik untuk menghindarkan pembilasan yang tidak perlu.
37. Simpan air bekas dan mesin cuci pakaian untuk mencuci kendaraan anda.
38. Biasakan meminum air dengan tidak menyisakan air dalam gelas.
39. Jangan melakukan perjalanan, kecuali anda terpaksa melakukannya.
40. Jangan melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi, kecuali jika anda memang terpaksa.
41. Pergunakan kendaraan umum untuk mengurangi kemacetan, karbon monoksida dan ongkos parkir.
42. Pergunakan sepeda, jika jarak yang ditempuh relatif dekat.
43. Pergunakan bahan bakar yang bebas timah (unleaded fuel)
44. Pergunakan bahan bakar beroktan rendah.
45. Mengkonversi mesin kendaraan anda untuk memakai gas alam yang dipadatkan.
46. Merawat mesin dengan teratur.
47. Pilih kendaraan yang menggunakan bahan bakar paling efisien.
48. Jika hendak mencetak (nge-print) periksa setting print terlebih dahulu, pergunakan cetak draft untuk menghemat tinta.
49. Pergunakan dibalik kertas yang telah terpakai untuk kebutuhan intern.
50. Jangan pergunakan gambar-gambar yang yang tidak dibutuhkan dalam sebuah
tulisan, karena gambar membutuhkan tinta yang lebih.
51. Pilih jenis dan ukuran huruf yang standart.
52. Jangan mempergunakan pupuk yang mengandung zat kimia atau penyalahgunaan pestisida.
53. Pergunakan bahan kimia untuk tanaman herbisida dan fungisida seefisien mungkin.
54. Mulailah menanam tanaman dengan teknik hidroponik (ditanam tanpa menggunakan tanah dan hanya memberi gizi secukupnya di dalam air.
55. Untuk pedagang keliling, jangan menghidupkan alat-alat yang menimbulkan suara bising, kecuali untuk memberikan demonstrasi kepada konsumen.
56. Menghindarkan musik pengiring ditempat-tempat publik.
57. Jangan mengoperasikan peralatan pada jam-jam puncak istirahat.
58. Hindari memperdengarkan musik bersuara keras, sehingga mengaburkan bunyi pengumuman yang penting.
59. Pastikan bahwa peralatan benar-benar kedap suara dan diservis untuk memperkecil suara bising.
60. Pakailah alat penutup telinga jika bekerja pada mesin yang bersuara bising.
61. Pastkan agar produk yag menimbulkan suara mengeluarkan suara sekecil mungkin atau diisolasi.
62. Gunakanlah alat-alat musik pada tingkat suara yang wajar dan tidak memekakkan telinga.
63. Jangan menempel poster,atribut organisasi atau hal-hal yang berbau promosi di dinding atau tembok di area publik.
64. Hindari pemasangan tanda penunjuk atau rambu lebih dari satu sehingga orang tidak dibingungan dengan rambu itu.
65. Pasanglah reklame atau baliho pada tingkat kewajaran.
66. Jangan bangun pabrik yang menimbulkan pencemaran di daerah pemukiman.
67. Pastikan adanya prasarana yang memadai untuk pembuangan seluruh limbah.
68. Meminimalisir tingkat asap beracun dan limbah cair yang rendah.
69. Cari informasi dari pemerintah mengenai standar pencemaran udara dan air yang dapat diterima.
70. Pergunakan bahan bakar yang paling sedikit menimbulkan pencemaran.
71. Pergunakan teknologi pembersih atau anti pencemaran yang ada untuk menjaga agar prosesing pabrik anda menjadi bersih.
72. Hindarkan pemakaian bahan-bahan beracun, kecuali jika hal tersebut sangat diperlukan sekali.
73. Jangan menanam limbah beracun tanpa nasehat ahli.
74. Jangan membuang limbah beracun di luar pabrik anda.
75. Jangan membakar limbah industri di tempat terbuka.
Apapun yang anda lakukan dan apapun yang anda beli, pikirkan apakah anda merusak lingkungan kita.

Saturday, January 02, 2010

Pendidikan Dasar dan Praktek Lapangan Terpadu

Diksar dan PLT Makumpala Untan akan dilaksanakan Tanggal 01 Februari s/d 13 Februari 2009.

Saturday, November 07, 2009

SEJARAH PENDAKIAN GUNUNG DAN PANJAT TEBING

Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing di Indonesia

1492
Sekelompok orang Perancis di bawah pimpinan Anthoine de Ville mencoba memanjat tebing Mont Aiguille (2097 m), dikawasan Vercors Massif. Tak jelas benar tujuan mereka, tetapi yang jelas, sampai beberapa dekade kemudian, orang-orang yang naik turun tebing-tebing batu di Pegunungan Alpen adalah para pemburu chamois, sejenis kambing gunung. Jadi mereka memanjat karena dipaksa oleh mata pencaharian, kurang lebih mirip para pengunduh sarang burung walet gua di tebing-tebing Kalimantan Timur atau Karang Bolong, Jawa Tengah.

1623
Yan Carstensz adalah orang Eropa pertama yang melihat “….. pegunungan yang sangat tinggi, di beberapa tempat tertutup salju !” di pedalaman Irian. Salju itu sangat dekat ke khatulistiwa. Laporannya tak dipercaya di Eropa, padahal belum lama berselang diberitakan ada juga salju di Pegunungan Andes dekat khatulistiwa.

1624
Masih berkaitan dengan pekerjaan juga, pastor-pastor Jesuit merupakan orang-orang Eropa pertama yang melintasi Pegunungan Himalaya, tepatnya Mana Pass (pass = pelana/punggungan yang terentang antara dua puncak), dan Garhwal di India ke kawasan Tibet.

1760
Profesor de Saussure agaknya begitu jatuh cinta pada Mont Blanc di perbatasan Perancis-Italia, sehingga dia menawarkan hadiah besar bagi siapa saja yang dapat menemukan lintasan ke puncaknya, untuk penyelidikan ilmiah yang diimpikannya. Sayang tak ada yang tertarik, terutama karena keder terhadap naga-naga yang konon mbaurekso di puncak gunung tertinggi di Eropa Barat itu.

1786
Setelah beberapa percobaan gagal, Puncak Mont Blanc (4807 m) digapai manusia. Mereka adalah Dr.Michel-Gabriel Paccard dan seorang pandu gunung, Jacques Balmat. Puncak tertinggi di Alpen yang didaki sebelumnya adalah Lysjoch (4153 m), tahun 1778.

1830
Alexander Gardiner melintasi Pelana Karakoram dari Sinkiang di Cina ke wilayah Kashmir di India.

1852
Ahli-ahli ukur tanah di India berhasil menentukan ketinggian Puncak XV, 8840 meter. Berarti puncak tertinggi di dunia, mengalahkan Puncak VIII (Kangchenjunga, 8598 m) yang sebelumnya dianggap paling tinggi. Puncak XV itu lalu diberi nama Everest (padahal aslinya orang Nepal menyebutnya Sagarmatha, atau Chomolungma kata orang Tibet). Belakangan ketinggiannya dikoreksi, 8888 meter, lalu dikoreksi lagi menjadi 8848 meter, sampai sekarang.

1854
Batu pertama Zaman Keemasan dunia pendakian di Alpen, diletakkan oleh Alfred Wills dalam pendakiannya ke Puncak Wetterhom (3708 m), cikal bakal pendakian gunung sebagai olah raga.

1857
Alpine Club yang pertama berdiri, di Inggris.

1858
Ketinggian K2 (singkatan Karakoram nomer 2) terukur, 8610 meter, menggeser lagi kedudukan Kangchenjunga menjadi juara tiga.

1865
Dinding selatan Mont Blanc dipanjat untuk pertama kali lewat lintasan Old Brenva, menandai lahirnya panjat es (ice climbing). Sementara itu di Alpen bagian tengah, Edward Whymper dan enam rekannya berhasil menggapai Puncak Matterhorn (4474 m)di Swiss. Tetapi 4 anggota tim, yang saling terikat dalam satu tali, tewas dalam perjalanan turun, ketika salah seorang terpeleset jatuh dan menyeret yang lain. Musibah ini mengakhiri 11 tahun Zaman Keemasan. Tak urung lebih dari 180 puncak besar telah didaki dalam masa itu, sedikitnya satu kali, dan lebih dari setengahnya oleh orang-orang Inggris.

1874
WA Coolidge mendaki Puncak Jungfrau dan Wetterhorn di musim dingin, sehingga digelari Bapak Winter Climbing. Pada tahun 1870-an ini muncul trend baru, pendakian tanpa pemandu, yang segera menjadi ukuran kebanggaan di antara pendaki.

1878
Regu yang dipimpin Clinton Dent berhasil memanjat Aiguille du Dru di Perancis, memicu trend baru lagi, yaitu pemanjatan tebing-tebing yang tak seberapa tinggi namun curam dan sulit.

1883
WW Graham menjadi orang Eropa pertama yang mengunjungi Pegunungan Himalaya dengan tujuan mendaki gunung sebagai olahraga dan petualangan. Dia mendaki beberapa puncak rendah di kawasan Nanda Devi dan Sikkim India, bahkan konon berhasil mencapai Puncak Changabang (6864 m).

1895
Percobaan pertama mendaki gunung berketinggian di atas 8000 meter, Nanga Parbat (8125 m), oleh AF Mummery. Orang Inggris yang sering disebut Bapak Pendakian Gunung Modern ini hilang pada ketinggian sekitar 6000 meter.

1899
Ekspedisi Belanda pembuat peta di Irian menemukan kebenaran laporan Yan Carstensz, yang dibuat hampir 3 abad sebelumnya. Maka namanya diabadikan di situ.

1902
Percobaan pertama mendaki K2, oleh ekspedisi dari Inggris.

1907
Ekspedisi di bawah Tom Longstaff mendaki Trisul (7120 m), puncak 7000-an yang pertama. Longstaff adalah orang pertama yang mencoba penggunaan tabung oksigen dalam pendakian.

1909
Ekspedisi Persatuan Ahli Burung dari Inggris (BPUE) memasuki rawa-rawa sebelah selatan kawasan Carstensz. Dalam 16 bulan mereka kehilangan 16 orang anggota mati dan 120 sakit.

1910
Karabiner buat pertama kali dipakai dalam pendakian gunung, diperkenalkan oleh pemanjat-pemanjat dari Munich, Jerman Barat, diilhami oleh penggunaannya dalam pasukan pemadam kebakaran.

1912
Eks anggota ekspedisi BPUE 1090, Dr.AFR Wallaston, kembali ke Irian bersama C.Bodden Kloss, dengan 224 kuli pengangkut barang dan serdadu. Tiga jiwa melayang.

1921
George L.Mallory dkk. berhasil sampai di North Col Everest dalam perjalanan penjajagan mereka dari sisi Tibet.

1922
Usaha pertama mendaki Everest berakhir pada ketinggian 8320 meter di punggungan timur laut.

1924
Mallory dan Irvine yang kembali mencoba Everest, hilang pada ketinggian sekitar 8400 meter. Rekannya, Edward Norton, mencapai 8570 meter, rekor waktu itu, sendirian dan tanpa bantuan tabung oksigen.

1931
Schmid bersaudara mencapai Puncak Matterhorn lewat dinding utara, sekaligus melahirkan demam North Wall Climbing. Peningkatan taraf hidup di Inggris dan Eropa daratan pada umumnya, menimbulkan perubahan pola penduduk kota melewatkan waktu luangnya, menyebabkan populernya panjat tebing.

1932
Grivel memperkenalkan cakar es (crampoon) model 12 gigi, yang karena efektifnya tetap disukai hingga kini.

1933
Comici dari Italia memanjat overhang dinding utara Cima Grande Lavredo di kawasan Dolomite, Alpen Timur, menandai aid climbing yang pertama. Sekitar tahun ini pula sol sepatu Vibram ditermukan oleh Vitale Bramini.

1936
Dr.A.H.Colijn, manajer umum perusahaan minyak Belanda dekat Sorong, dan geolog DrJ.J.Dozy, menemukan bijih tembaga di kawasan dinding timur Gletser Moriane, tak jauh dari kawasan Carstensz, Irian.

1937
Bill Murray mengubah tongkat pendaki yang panjang menjadi kapak es, menandai lahirnya panjat es modern.

1938
Dinding utara Eiger di Swiss akhirnya berhasil dipanjat, oleh tim gabungan Jerman Barat dan Austria, yang oleh Hitler diiming-imingi dengan medali emas olympiade. Dinding maut ini sebelumnya telah menelan cukup banyak korban, dan berlanjut hingga kini. .

1941
Ekspedisi Archbold ‘menemukan’ Lembah Baliem, kantung suku Dani dengan tingkat kebudayaan yang amat tinggi, di tengah belantara yang seolah tak berbatas dan tak tertembus. Irian kian jadi perhatian ilmuwan-ilmuwan dunia.

1949
Nepal membuka perbatasannya bagi orang luar.

1950
Tibet dicaplok Cina. Pendakian Himalaya dari sisi ini tak diperkenankan lagi. Maurice Herzog memimpin ekspedisi Perancis mendaki Annapurna (8091m), puncak 8000-an yang pertama, menandai awal 20 tahun Zaman Keemasan pendakian di Himalaya. Di Alpen, tali nilon mulai dipergunakan. Sebelumnya, tali serat tumbuhan hampir tak memiliki kelenturan, sehingga ada ‘hukum’ bahwa seorang leader tak boleh jatuh, sebab hampir pasti pinggangnya patah tersentak. Pakaian bulu angsa mulai membuat malam-malam di bivouac lebih nyaman.

1951
Don Whillan menemukan pasangannya, Joe Brown, duet pemanjat terkuat yang pemah dimiliki Inggris. Panjat bebas (free climbing) gaya Inggris menjadi tolok ukur dunia panjat tebing. Walter Bonatti dkk. menyelesaikan dinding timur Grand Capucin, awal aid climbing pada tebing yang masuk kategori big wall.
Bermula di Inggris, terjadi Revolusi Padas. Tebing batu gamping ternyata tak serapuh yang selama itu disangka. Tebing-tebing granit dan batuan beku lainnya mendapat saingan.

1952
Herman Buhl solo di dinding timur laut Piz Badile di Swiss, dalam waktu 4 1/2 jam. Inilah nenek moyang speed climbing. Rekor waktu pada rute tersebut, yang dibuat tahun 1937, 52 jam !

1953
Herman Buhl dkk. menggapai Puncak Nanga Parbat (8125 m), puncak 8000-an kedua yang didaki orang. Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Sherpa Tenzing Norgay yang tergabung dalam suatu ekspedisi Inggris, menjadi manusia-manusia pertama yang berdiri di puncak atap dunia, Everest.

1954
Ekspedisi Inggris sukses di Kangchenjunga, ekspedisi Perancis sukses di Makalu (8463 m). Di Alpen, Don Whillan dan Joe Brown mencatat dinding Barat Aiguille du Dru dalam 2 hari, rekor lagi.

1955
Walter Bonatti solo pilar barat daya du Dru 6 hari.

1956
Ekspedisi Jepang berhasil mendaki Manaslu (8163 m). Jepang segera menjadi salah satu negara besar dalam dunia pendakian di Himalaya.

1957
Herman Buhl dan tim Austria mencapai Puncak Broad Peak (8047 m), sekaligus mematok pendakian pertama gunung 8000-an dengan alpine tactic.

1958
Lapangan terbang perintis dibuka pada beberapa lokasi di Irian, membangkitkan semangat para pendaki gunung untuk menjajal Carstensz, sang perawan salju di khatulistiwa.

1960
Claudio Barbier dari Belgia solo ketiga dinding utara di Tre Cima Laverdo dalam 1 hari. Pertama kali speed climbing menggunakan teknik gabungan free dan aid climbing.
Helm mulai sering digunakan para pemanjat tebing.
Harness menjadi wajib, menyusul kematian seorang pemanjat Inggris di Dolomite. Harness pertama yang diproduksi massal dan dijual untuk umum terbuat dari webbing, merek Tankey.
Tebing 48 Citatah mulai digunakan sebagai ajang latihan bagi pasukan Angkatan Darat kita.

1961
Ekspedisi dari Selandia Baru coba mendaki Carstensz Pyramide tapi mengalami kegagalan sebab keterlambatan dukungan logistik lewat jembatan udara.

1962
Puncak Cerstensz Pyramide akhirnya berhasil digapai oteh tim Heinrich Heiner. Juga Puncak Eidenburg didekatnya, oleh ekspedisi yang dipimpin oleh Phillip Temple.
Awal pemakaian baut tebing di Alpen; Tebing pantai mulai diminati. Pemanjat Amerika Serikat mulai bicara di Alpen, diawali Hemmings dan Robbins yang menciptakan lintasan super sulit di dinding barat du Dru.

1963
Tim gabungan Inggris-AS memanjat dinding selatan Aiguille du Fou, hardest technical climbing di Alpen waktu ilu, dengan teknik-teknik aid climbing gaya AS. Kode etik dalam panjat tebing mulai banyak diperdebatkan di rumah-rumah minum. Pemanjatan solo pertama Eiger Nordwand, oleh Michel Darbellay, dalam satu hari.
Bonatti dan Zapelli menyantap mix climbing (ice dan rock) tersulit di Alpen, dinding utara Grand Pilier d’Angle di Mont Blanc. Seorang ahli gletser yang baru kembali dari Antartika berusaha mendaratkan pesawat terbangnya di di Puncak Jaya, dekat Carstensz. Untung angin kencang mengurungkan niatnya, sebab salju tebal di sana terlalu lunak sebagai landas pacu. Tapi buntutnya, dua pesawat DC 3 kandas di lereng utara dan selatannya, pada ketinggian sekitar 4300 meter.

1964
Ekspedisi Cina berhasil mendaki Shisha Pangma (8046 m)di Tibet, satu-satunya puncak 8000-an yang terletak diluar Nepal dan Pakistan (Karakoram). Beberapa pendaki Jepang serta 3 orang ABRI, Fred Athaboe, Sudarto dan Sugirin, yang tergabung dalam Ekspedisi Cendrawasih, berhasil mencapai Puncak Carstensz (4884 m) di Irian. Dua perkumpulan pendaki gunung tertua lahir, Mapala Ul di Jakarta dan Wanadri di Bandung. Tahun ini dianggap awal sejarah pendakian gunung di Indonesia.

1965
Seratus tahun pendakian pertama Matterhorn diperingati dengan peliputan pendakian Hornli dkk. Oleh BBC/TV sampai ke puncak. Untuk pertama kalinya pendakian gunung maupun panjat tebing menjadi olahraga yang juga dapat ‘ditonton’ orang banyak.
Robbins dan John Harlin dri AS bikin lintasan lurus di dinding barat du Dru, mendemonstrasikan keunggulan pemanjat AS dalam pemanjatan panjang dan berat. Pemerintah Nepal menutup pendakian Himalaya di wilayahnya.

1967
Revolusi bagi para pemanjat es. Chouinnard memperkenalkan kapak es berujung lengkung, dan McInnes menawarkan jenis Terodactyl. Lahirnya sekrup es berbentuk pipa meningkatkan standar pemanjatan ice climbing.
Penggunaan tali kernmantle dipelopori oleh Inggris.

1968
Nafas segar bagi para pendaki, sejumlah lapangan terbang milik misi Katolik dibuka (Ji Irian. Tapi dasar sial, hampir bersamaan dengan itu Pemerintah Rl tidak lagi mengeluarkan izin pendakian di kawasan Carstensz.

1969
Reinhold Messner keluar dari pertapaannya di tebing-tebing Alpen Timur, meluruk ke barat, menyikat dinding es raksasa tes Drotes dalam waktu 81/2 jam solo, membuyarkan rekor sebelumnya, 3 hari.
Pemanjat-pemanjat Jepang mulai membanjiri pasaran di Alpen, antara lain bikin lintasan baru di Eiger.
Sensus yang dilakukan British Mountaineering Club (BMC) mengatakan, ada 45.000 pemanjat dan 500.000 walkers, di Inggris saja.
Nomer perdana majalah ‘Mountain’ beredar, menjadi media pendaki gunung dan pemanjat tebing pertama yang beredar luas dalam bahasa Inggris, sehingga banyak mempengaruhi perkembangan lewat perdebatan dan opini.
Pemerintah Nepal membuka kembali wilayahnya bagi pendakian Himalaya, dengan beberapa peraturan baru dan membatasi pendakian pada puncak-puncak yang terdaftar dalam permitted peaks saja. Agen-agen trekking komersial tumbuh dan berjibun seperti kutu yak, menggelitik kelompok-kelompok kecil dari luar ‘main-main’ di Himalaya dengan mudah dan murah.
Soe Hok Gie dan ldhan Lubis gugur di Gunung Semeru, terkena gas beracun.

1970
Dinding Selatan Annapurna dirambah tim Inggris, menggunting pita pembukaan era pendakian jalur-jalur sulit di gunung-gunung besar. Tingkat kesulitan lintasan menjadi lebih penting dari pada sekedar mencapai puncak. Ini tak lepas dari kian canggihnya perlengkapan panjat es, kecepatan pemanjatan meningkat drastis.
Di Alpen artificial climbing tambah populer dan kaya teknik. Kurang lebih tahun ini pula lahir cabang panjat dinding. Tebing buatan yang pertama dikenal orang kemungkinan besar didirikan di Universitas Leeds,Inggris. Perancangnya Don Robinson, yang kemudian juga merancang dinding panjat di Acker’s Trust, Birmingham, dinding panjat pertama yang diklaim mampu menampung segala pegangan, pljakan dan gerakan panjat tebing, sekaligus menawarkan bentuk sculpture yang artistik.
Sejalan dengan itu, bentuk-bentuk latihan terpisah dalam panjat tebing mulai menggema. Salah seorang pelopornya ialah Pete Livesey, pemanjat yang juga pecinta speleologi dan olahraga kano, serta punya dasar di atletik sebagai pelari. Pete tahu benar pentingnya latihan spesifik bagi jenis-jenis olahraga tersebut. Dan dia mencoba menerapkan prinsip yang sama pada panjat tebing. Pelan tapi pasti, panjat tebing mulai dipandang lebih sebagai kegiatan atletis, ketimbang sekedar ‘hura-hura di tebing’. Tak lagi memadai semboyan ‘best training for climber is climbing’, apalagi hanya dengan memupuk kejantanan lewat gelas-gelas bir, seperti yang selama & dianut.

1971
Kawasan Carstensz kembali dibuka untuk pendakian, segera diserbu oleh ekspedisi-ekspedisi dari Australia, Jerman, AS, bahkan Hongkong. Tahun ini pula Mapala UI berhasil mencapai Puncak Jaya, antara lain oleh Herman O. Lantang dan Rudy Badil, orang-orang sipil Indonesia pertama.

1972
Untuk pertama kalinya panjat dinding masuk dalam jadwal olimpiade, yaitu didemonstrasikan dalam Olympiade Munich.

1974
Pasangan Reinhold Messner dan Peter Habeler mendaki Hidden Peak (8068 m) di Karakoram, 3 hari dengan Alpine push, kemudian memecahkan rekor kecepatan Eiger, 10 jam.

1975
Ekspedisi dari Jepang menjadi tim wanita pertama yang menjejakkan Puncak Everest. Sementara itu Cina mengirimkan tim pertamanya, dari punggungan timur laut. Perlengkapan panjat es kian lengkap, lalu ramalan cuaca kian akurat dengan intervensi komputer. Akibatnya, seolah tak ada lagi pelosok Alpen yang terpencil.
Namun, bercak-bercak kapur magnesium mulai terasa merisihkan tebing-tebing di Inggris dan Eropa daratan, kebanyakan dituduhkan sebagai ulah pemanjat-pemanjat ‘hijau’, yang mengobral magnesium pada lintasan-lintasan yang seharusnya bisa dilampaui tanpa bubuk itu.

1976
Harry Suliztiarto tak sanggup lagi menahan obsesinya, dengan tali nilon dia mulai latihan panjat memanjat di Citatah, dan dibelay oleh pembantu rumahnya. Patok pertama panjat tebing modern di Indonesia.

1977
Skygers Amateur Rock Climbing Group didirikan di Bandung oleh Harry Suliztiaito, Agus Resmonohadi, Heri Hermanu, Deddy Hikmat. Inilah awal tersebarnya kegiatan panjat tebing di Indonesia.
Ekspedisi Selandia Baru coba mendaki Everest tanpa bantuan sherpa. Mereka cuma sampai South Col, tapi mereka mereka seolah memukul gong yang gaungnya merantak ke mana-mana, ‘ekspedisi berdikari’. Yang pro mengganggapnya sebagai kejujuran yang wajib, yang kontra melecehkannya sebagai kesia-siaan yang konyol. Perdebatan tak selesai hingga kini.

1978
Messner & Habeler menggegerkan dunia kangouw Himalaya dengan pendakian Everest tanpa bantuan tabung oksigen. Tambah geger ketika Messner bersolo karier di Nanga PQrtied dalam waktu 12 hari. Pendakian solo ini oleh banyak pakar dianggap lebih penting daripada pendakian tanpa oksigennya.
Pemerintah Nepal menambahkan beberapa permitted peaks.

1979
Harry Suliztiarto memanjat atap Planetarium, Taman Ismail Marzuki.

1980
Tebing Parang untuk pertama kalinya oleh tim ITB, di bawah pimpinan Harry Sulisztiarto. Wanadri untuk pertamakalinya menyelenggarakan ekspedisi ke Carstensz di Pegunungan Jayawijaya. Skygers menyelenggarakan sekolah panjat tebing untuk pertama kalinya. Sampai kini belum ada lagi kelompok yang membuat pendidikan panjat tebing untuk umum seperti ini.

Pemerintah Nepal membuka kesempatan pendakian musim dingin, di samping musim semi dan musim gugur. Kian banyak kaki meratakan jalan-jalan setapak dipelbagai pelosok Himalaya, kikan tinggi sampah menumpuk di sana-sini. Sebagai gantinya, konon mata uang asing makin deras mengalir ke sana. Tapi siapa yang tambah kaya?
1981
Dua ekspedisi Indonesia sekaligus di dinding Selatan Carstensz, Mapala Ul dan ITB. Salah seorang anggota tim Mapala Ul, Hartono Basuki, gugur di sini. Jayagiri dari Bandung mengirimkan Danardana mengikuti sekolah pendaki gunung di Glenmore Lodge, Skotlandia, dilanjutkan pendakian Matterhorn di Swiss.

1982
Jayagiri kembali mengirimkan orang, Irwanto, ke sekolah pendakian di ISM, Swiss, dilanjulkan ekspedisi 4 orang ke Mont Blanc di Perancis, dan Matterhorn serta Monte Rosa di Swiss.
Ahmad dari kelompok Gideon Bandung tewas terjatuh di Tebing 48 Citatah, korban pertama panjat tebing di Indonesia.

1984
UGM (Mapagama) mengirimkan Tim Ekspedisi Gajah Mada ke Irian Jaya. Tim panjatnya berhasil mencapai puncak Carstensz Pyramide melalui jalur normal.
Tebing Lingga di Trenggalek, Jawa Timur, serta tebing pantai Uluwatu di Bali, berhasil dipanjat oleh kelompok Skygers bersama GAP (Gabungan Anak Petualang) dari Surabaya.

1985
Tebing Serelo di Lahat, Sumatra Selatan, berhasil dipanjat oleh tim yang menamakan dirinya Ekspedisi Anak Nakal. Ekspedisi Mapala Ul gagal mencapai Puncak Chulu West (6584 m) di Himalaya, Nepal. Ekspedisi Jayagiri gagal memanjat Eiger Nordwand.

1986
Kelompok gabungan Exclusive berhasil memanjat Tebing Bambapuang di selatan Toraja, Sulawesi Selatan.
Ketompok UKL (Unit Kenal Lingkungan) Univeritas Pajajaran Bandung memanjat tebing Gunung Lanang di Jawa Timur.
Pemanjat-pemanjat Jayagiri Bandung merampungkan Dinding Ponot di air terjun Sigura-gura, Sumatera Utara.
Ekspedisi Jayagiri mengulang pemanjatan Eiger, berthasil, menciptakan lintasan baru. Mapala Ul mengirimkan ekspedisi ke Puncak Kilimanjaro (5895 m) di Afrika antara lain Don Hasman (Wartawan Mutiara).
Kompetisi panjat tebing pertama di dunia diselenggarakan di Uni Soviet, di tebing alam, dan sempat ditayangkan juga oteh TVRI.

1987
Empat Anggota Ekspedisi Aranyacala Universitas Trisakti tewas diserang Gerombolan Pengacau Irian dalam perjalanan menuju Jayawaijaya.
Ekspedisi Wanadri menyelesaikan pemanjatan Tebing Batu Unta di Kalimantan Barat. Kelompok Trupala memanjat tebing Bukit Gajah di Jawa Tengah. Sepikul di Jawa Timur disantap Skygers.
Beberapa ekspedisi dan pendaki Indonesia dikirimkan keluar negeri. Mapala Ul ke Puncak Chimborazo (6267 m)dan Cayambe (gagal) di Pegunungan Andes, Amerika Selatan.
Ekspedisi Wanita Indonesia Mendaki Himalaya ke lmja Tse, Himalaya, hampir bersamaan dengan dua anggota Ekspedisi Jayagiri Saddle Marathon yang sedianya berambisi memanggul sepeda ke puncak namun terhadang birokrasi Nepal. Di Afrika, ekspedisi sepeda ini berhasil mencapal puncak tertingginya, Kilimanjaro (5895 m) dan Mount Kenya (5199 m, tanpa sepeda).
Ekspedisi Wanadri gagal mencapai Puncak Vasuki Parbat (6792 m) di Garhwal Himalaya, India.
Lomba panjat tebing pertama di Indonesia dilaksanakan di tebing pantai Jimbaran di Ball.

1988
Dinding panjat buat pertama kali diperkenalkan di Indonesia, dibawa oleh 4 atlet pemanjat Prancis yang diundang atas kerjasama Kantor Menpora dengan Kedubes Perancis di Jakarta. Mereka juga sempat memberikan ilmu lewat kursus singkat kepada pemanjat-pemanjat kita. Bersamaan, lahir Federasi Panjat Gunung & Tebing Indonesia, diketuai Harry Suliztiarto.
Untuk pertama kalinya disusun rangkaian kejuaraan untuk memperebutkan Piala Dunia Panjat Dinding yang direstui dan diawasi langsung oleh UIAA (badan Internasional yang membawahi federasi-federasi panjat tebing dan pendaki gunung), diawali dengan kejuaraan di Snowbird, Utah, AS.
Ekspedisi panjat tebing pertama yang dilakukan sepenuhnya oleh wanita, Ekspedisi Putri Parang Aranyacala, Tower III. Sedangkan kelompok putranya memanjat Tebing Gunung Kembar di Citeureup, Bogor.
Ekspedisi UKL Unpad Bandung di Batu Unta, Kalbar, kehilangan satu anggotanya, Yanto Martogi Sitanggang jatuh bebas. Speed climbing pertama di Indonesia dilakukan oleh Sandy & Jati, di dinding utara Parang, 3 jam. Sekaligus merupakan pemanjatan big wall pertama tanpa menggunakan alat pengaman sama sekali, keduanya hanya dihubungkan dengan tali.
Lomba panjat ‘tebing buatan’ pertama dilakukan di Bandung, mengambil dinding gardu listrik.
Ekspedisi Wanadri berhasil menempatkan 3 pendakinya di Puncak Pumori (7145 m) di Himalaya, Nepal, disusul pasangan Hendricus Mutter dan Vera dari Jayagiri mendaki Imja Tse (6189 m), tanpa bantuan sherpa.
Lalu di Alpen, Ekspedisi Jayagiri Speed Climbing gagal memenuhi target waktu 2 hari pemanjatan dinding utara Eiger, mulur menjadi 5 hari. Sedangkan ekspedisi dari Pataga Jakarta berhasil menciptakan lintasan baru di dinding yang sama.
Di Yosemite, AS, Sandy Febyanto dan Jati Pranoto dari Jayagiri memanjat Tebing Half Dome (gagal memecahkan retor John Bachar & Peter Croft 4,5 jam) dan Tebing El Capitan (gagal memecahkan rekor 10,5 jam).

1989
Awal tahun dunia panjat tebing Indonesia merunduk dilanda musibah, gugurnya salah satu pemanjat terbaik Indonesia, Sandy Febyanto, jatuh di Tebing Pawon, Citatah. Tapi tak lama, semangat almarhum seolah justru menyebar ke segala penjuru, memacu pencetakan prestasi panjat tebing di Bumi Pertiwi ini.
Tim Panjat Tebing Yogyakrta/TPTY melakukan ekspedisi ke Dinding Utara Carstensz tetapi gagal mencapai puncak secara direct, namun jalur normal Carstensz berhasil dipanjat sebelumnya.
Kembali kawasan Citeureup dirambah anak Aranyacala, kali ini Tebing Rungking.
Arek-arek Young Pioneer dari Malang memanjat tebing Gajah Mungkur di seputaran dalam kawah Gunung Kelud. Kemudian tim Jayagiri dalam persiapannya ke Lhotse Shar di Nepal, mematok target memanjati semua pucuk-pucuk tebing sekeliling kawah Kelud tadi, tapi tak berhasil. Ekspedisi Lhotse Shar itu sendiri batal berangkat.
Tebing Uluwatu dipanjat ekspedisi putri yang kedua, dari Mahitala Unpar.
Kelompok MEGA Universitas Terumanegara melakukan Ekspedisi Marathon Panjat Tebing, beruntun di tebing-tebing Citatah, Parang, Gajah Mungkur, dan berakhir di Uluwatu, dalam waktu hampir sebulan, marathon panjat tebing pertama di Indonesia. Ekspedisi Putri Lipstick Aranyacala dia Bambapuang, tapi musibah menimpa sebelum puncak tergapai. Ali Irfan Batubara, fotografer tim, tewas tergelincir dari ketinggian.
Tahun ini tercatat tak kurang dari sepuluh kejuaraan panjat dinding diselenggarakan di Indonesia. Beberapa yang besar antara lain di Universitas Parahyangan Bandung, Universitas Trisakti Jakarta, ISTN Jakarta, di Markas Kopassus Grup I Serang, dua kali oleh Trupala SMA-6 (di Balai Sidang dan Ancol), lalu SMA 70 Bulungan Jakarta, kelompok KAPA FT Ul, Geologi ITB.
Mapala Ul bikin 2 ekspedisi, Mount Cook (3764 m) di Selandia Baru dan Puncak McKinley (6149 m) di Alaska. Empat anggota Wanadri mengikuti kursus pendakian gunung es di Rainier Mountaineering Institute di AS, dilanjutkan dengan bergabung dengan ekspedisi AS ke Kangchenjunga di Himalaya.
Di Alpen, Ekspedisi Wanita Alpen Indonesia berhasil pula merampungkan misinya, mendaki 5 puncak tertinggi di 5 negara Eropa, Mont Blanc (4807m, Perancis), Grand Paradiso (4601 m, Italia), Marts Rosa (4634 m, Swiss), Grossgiockner (3978 m, Austria) dan Zugsptee (2964 m, Jerman Barat).
Akhir tahun ini ditutup dengan gebrakan Budi Cahyono melakukan pemanjatan solo di Tower III Tebing Parang. Artificial solo climbing pada big wall yang pertama di Indonesia.

1991
Aryati menjadi wanita Asia pertama yang berhasil menjejakkan kakinya di Puncak Annapurna IV, Himalaya, pada Ekspedisi Annapurna Putri Patria Indonesia.
Tim Srikandi Tim Panjat Tebing Yogyakarta (6 orang) membuat jalur di Bukit Tanggul, Tulung Agung, Jawa Timur.

1992
Dunia petualangan Indonesia kembali berduka karena kehilangan dua orang terbaiknya, Norman Edwin dan Didiek Syamsu, anggota Mapala UI tewas di terjang badai di Gunung Aconcagua, Argentina.
Ekspedisi Pemanjat Putri Indonesia menjejakkan kakinya di Puncak Tebing Cima Ovest, Tre Cime, Italia.
Ekspedisi Putri Khatulistiwa Tim Panjat Tebing Yogyakarta memanjat dinding utara Bukit Kelam, Sintang, Kalimantan Barat.

1996
Clara Sumarwati membuat kontroversi dalam pendakiannya di Everest, puncak tertinggi di Pegunungan Himalaya pada tanggal 26 September 1996. Banyak pihak di Indonesia yang meragukan bahwa kedua kakinya telah menjejak puncak tertinggi di dunia itu. Tetapi berdasarkan data dari Adventure Stats.com pada bulan Januari 2002 nama Clara Sumarwati telah tercatat sebagai pendaki Everest ke 836.

1997

Pratu Asmujiono menyusul Clara menjejakkan kakinya di Puncak Everest pada tanggal 26 April. Menurut catatan Adventure Stats.com, ia merupakan orang yang ke 851. Asmujiono berangkat bersama tim Ekpedisi Everest Indonesia yang merupakan gabungan anggota Kopassus dan pendaki sipil lainnya.

(GS,Bahan: katalog LPDN, berbagai sumber).
Sumber : http://www.cartenzadventure.com/sejarah-pendakian-gunung-dan-panjat-tebing-di-indonesia.html

Wednesday, May 20, 2009

SEKILAS AMDAL

Apa yang dimaksud dengan AMDAL?

AMDAL merupakan singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

AMDAL merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, dibuat pada tahap perencanaan, dan digunakan untuk pengambilan keputusan.

Hal-hal yang dikaji dalam proses AMDAL: aspek fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan masyarakat sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.

AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan (Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

“…kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; dibuat pada tahap perencanaan…”

Agar pelaksanaan AMDAL berjalan efektif dan dapat mencapai sasaran yang diharapkan, pengawasannya dikaitkan dengan mekanisme perijinan. Peraturan pemerintah tentang AMDAL secara jelas menegaskan bahwa AMDAL adalah salah satu syarat perijinan, dimana para pengambil keputusan wajib mempertimbangkan hasil studi AMDAL sebelum memberikan ijin usaha/kegiatan. AMDAL digunakan untuk mengambil keputusan tentang penyelenggaraan/pemberian ijin usaha dan/atau kegiatan.

Dokumen AMDAL terdiri dari
:

* Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)
* Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
* Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
* Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)

Tiga dokumen (ANDAL, RKL dan RPL) diajukan bersama-sama untuk dinilai oleh Komisi Penilai AMDAL. Hasil penilaian inilah yang menentukan apakah rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut layak secara lingkungan atau tidak dan apakah perlu direkomendasikan untuk diberi ijin atau tidak.

Apa guna AMDAL?

* Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
* Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan
* Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan
* Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
* Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan

“…memberikan alternatif solusi minimalisasi dampak negatif”

“…digunakan untuk mengambil keputusan tentang penyelenggaraan/pemberi ijin usaha dan/atau kegiatan”

Bagaimana prosedur AMDAL?

Prosedur AMDAL terdiri dari :

* Proses penapisan (screening) wajib AMDAL
* Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat
* Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL (scoping)
* Penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL Proses penapisan atau kerap juga disebut proses seleksi kegiatan wajib AMDAL, yaitu menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib menyusun AMDAL atau tidak.

Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat. Berdasarkan Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 08/2000, pemrakarsa wajib mengumumkan rencana kegiatannya selama waktu yang ditentukan dalam peraturan tersebut, menanggapi masukan yang diberikan, dan kemudian melakukan konsultasi kepada masyarakat terlebih dulu sebelum menyusun KA-ANDAL.

Proses penyusunan KA-ANDAL. Penyusunan KA-ANDAL adalah proses untuk menentukan lingkup permasalahan yang akan dikaji dalam studi ANDAL (proses pelingkupan).

Proses penilaian KA-ANDAL. Setelah selesai disusun, pemrakarsa mengajukan dokumen KA-ANDAL kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal untuk penilaian KA-ANDAL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan oleh penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.

Proses penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL. Penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL dilakukan dengan mengacu pada KA-ANDAL yang telah disepakati (hasil penilaian Komisi AMDAL).

Proses penilaian ANDAL, RKL, dan RPL. Setelah selesai disusun, pemrakarsa mengajukan dokumen ANDAL, RKL dan RPL kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal untuk penilaian ANDAL, RKL dan RPL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan oleh penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.

Siapa yang harus menyusun AMDAL?

Dokumen AMDAL harus disusun oleh pemrakarsa suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.

Dalam penyusunan studi AMDAL, pemrakarsa dapat meminta jasa konsultan untuk menyusunkan dokumen AMDAL. Penyusun dokumen AMDAL harus telah memiliki sertifikat Penyusun AMDAL dan ahli di bidangnya. Ketentuan standar minimal cakupan materi penyusunan AMDAL diatur dalam Keputusan Kepala Bapedal Nomor 09/2000.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam proses AMDAL?

Pihak-pihak yang terlibat dalam proses AMDAL adalah Komisi Penilai AMDAL, pemrakarsa, dan masyarakat yang berkepentingan.

Komisi Penilai AMDAL adalah komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL. Di tingkat pusat berkedudukan di Kementerian Lingkungan Hidup, di tingkat Propinsi berkedudukan di Bapedalda/lnstansi pengelola lingkungan hidup Propinsi, dan di tingkat Kabupaten/Kota berkedudukan di Bapedalda/lnstansi pengelola lingkungan hidup Kabupaten/Kota. Unsur pemerintah lainnya yang berkepentingan dan warga masyarakat yang terkena dampak diusahakan terwakili di dalam Komisi Penilai ini. Tata kerja dan komposisi keanggotaan Komisi Penilai AMDAL ini diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup, sementara anggota-anggota Komisi Penilai AMDAL di propinsi dan kabupaten/kota ditetapkan oleh Gubernur dan Bupati/Walikota.

Pemrakarsa adalah orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan.

Masyarakat yang berkepentingan adalah masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL berdasarkan alasan-alasan antara lain sebagai berikut: kedekatan jarak tinggal dengan rencana usaha dan/atau kegiatan, faktor pengaruh ekonomi, faktor pengaruh sosial budaya, perhatian pada lingkungan hidup, dan/atau faktor pengaruh nilai-nilai atau norma yang dipercaya. Masyarakat berkepentingan dalam proses AMDAL dapat dibedakan menjadi masyarakat terkena dampak, dan masyarakat pemerhati.

Apa yang dimaksud dengan UKL dan UPL ?

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) adalah upaya yang dilakukan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup oleh penanggung jawab dan atau kegiatan yang tidak wajib melakukan AMDAL (Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup).

Kegiatan yang tidak wajib menyusun AMDAL tetap harus melaksanakan upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan.

Kewajiban UKL-UPL diberlakukan bagi kegiatan yang tidak diwajibkan menyusun AMDAL dan dampak kegiatan mudah dikelola dengan teknologi yang tersedia.

UKL-UPL merupakan perangkat pengelolaan lingkungan hidup untuk pengambilan keputusan dan dasar untuk menerbitkan ijin melakukan usaha dan atau kegiatan.

Proses dan prosedur UKL-UPL tidak dilakukan seperti AMDAL tetapi dengan menggunakan formulir isian yang berisi :

* Identitas pemrakarsa
* Rencana Usaha dan/atau kegiatan
* Dampak Lingkungan yang akan terjadi
* Program pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
* Tanda tangan dan cap

Formulir Isian diajukan pemrakarsa kegiatan kepada :

* Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup Kabupaten/Kota untuk kegiatan yang berlokasi pada satu wilayah kabupaten/kota
* Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup Propinsi untuk kegiatan yang berlokasi lebih dari satu Kabupaten/Kota
* Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan pengendalian dampak lingkungan untuk kegiatan yang berlokasi lebih dari satu propinsi atau lintas batas negara


Apa kaitan AMDAL dengan dokumen/kajian lingkungan lainnya ?

AMDAL-UKL/UPL

Rencana kegiatan yang sudah ditetapkan wajib menyusun AMDAL tidak lagi diwajibkan menyusun UKL-UPL (lihat penapisan Keputusan Menteri LH 17/2001). UKL-UPL dikenakan bagi kegiatan yang telah diketahui teknologi dalam pengelolaan limbahnya.

AMDAL dan Audit Lingkungan Hidup Wajib

Bagi kegiatan yang telah berjalan dan belum memiliki dokumen pengelolaan lingkungan hidup (RKL-RPL) sehingga dalam operasionalnya menyalahi peraturan perundangan di bidang lingkungan hidup, maka kegiatan tersebut tidak bisa dikenakan kewajiban AMDAL, untuk kasus seperti ini kegiatan tersebut dikenakan Audit Lingkungan Hidup Wajib sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 30 tahun 2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit Lingkungan yang Diwajibkan.

Audit Lingkungan Wajib merupakan dokumen lingkungan yang sifatnya spesifik, dimana kewajiban yang satu secara otomatis menghapuskan kewajiban lainnya kecuali terdapat kondisi-kondisi khusus yang aturan dan kebijakannya ditetapkan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup.

Kegiatan dan/atau usaha yang sudah berjalan yang kemudian diwajibkan menyusun Audit Lingkungan tidak membutuhkan AMDAL baru.

AMDAL dan Audit Lingkungan Hidup Sukarela

Kegiatan yang telah memiliki AMDAL dan dalam operasionalnya menghendaki untuk meningkatkan ketaatan dalam pengelolaan lingkungan hidup dapat melakukan audit lingkungan secara sukarela yang merupakan alat pengelolaan dan pemantauan yang bersifat internal. Pelaksanaan Audit Lingkungan tersebut dapat mengacu pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 42 tahun 1994 tentang Panduan umum pelaksanaan Audit Lingkungan.

Penerapan perangkat pengelolaan lingkungan sukarela bagi kegiatan-kegiatan yang wajib AMDAL tidak secara otomatis membebaskan pemrakarsa dari kewajiban penyusunan dokumen AMDAL. Walau demikian dokumen-dokumen sukarela ini sangat didorong untuk disusun oleh pemrakarsa karena sifatnya akan sangat membantu efektifitas pelaksanaan pengelolaan lingkungan sekaligus dapat “memperbaiki” ketidaksempurnaan yang ada dalam dokumen AMDAL.

Dokumen lingkungan yang bersifat sukarela ini sangat bermacam-macam dan sangat berguna bagi pemrakarsa, termasuk dalam melancarkan hubungan perdagangan dengan luar negeri. Dokumen-dokumen tersebut antara lain adalah Audit Lingkungan Sukarela, dokumen-dokumen yang diatur dalam ISO 14000, dokumen-dokumen yang dipromosikan penyusunannya oleh asosiasi-asosiasi industri/bisnis, dan lainnya.

http://harimawan.wordpress.com/2008/03/22/amdal/

Friday, October 17, 2008

GUNUNG KELAM 1

Gunung kelam merupakan salah satu Gunung Tertinggi di dunia yang memiliki jalur pemanjatan katagori paling sulit karena tebing yang mempunyai bebatuan semigramit.
Gunung kelam terletak di Kabupaten Sintang, Provinsi kalbar yang dapat ditempuh dari kota pontianak selama 8 jam perjalanan darat.Selain mempunyai ketinggian 750 Mpdl yang menantang para pendaki juga pesona alam yang cukup memikat, tidak heran para pemanjat tebing lokal dan para pemanjat tebing dari daerah luar kalbar datang ke sintang hanya untuk menguji serta menikmati pemanjatan yang cukup menantang ini.
Tebing kelam telah beberapa kali sebagai arena pemanjatan dari berbagai organisasi pencinta alam, seperti Wanadri dan beberapa Mapala yang ada di pulau Jawa.
Dalam beberapa dekade terakhir, kawasan gunung kelam oleh pemerintah daerah dijadikan kawasan wisata yang dilengkapi berbagai fasilitas untuk para pelancong.
Tidak heran pada hari-hari libur nasional banyak para pengunjung yang datang ke kawasan ini sebagai tempat wisata.
Dari catatan para pemanjat yang telah melakukan pemanjatan di tebing kelam ini mengatakan bahwa tebing kelam mempunyai perbedaan dan tantangan yang cukup sulit dibandingkan beberapa tebing yang ada di Indonesia.
selain itu, tebing kelam dapat dipanjat dari berbagai sisi karena masing-masing jalur mempunyai tantangan yang berbeda.
Kalau tertantang dipersilahkan untuk melakukan pemanjatan, tetapi perlu diingat bahwa dalam pemanjatan harus dipersiapkan segala peralatan yang standar dan fisik yang prima agar tidak mengalami kegagalan dalam melakukan pemanjatan.

DI : http://jack-riwayatsingkat.blogspot.com/2008/06/gunung-kelam-sintang-jalur-pemanjatan.html

Thursday, October 16, 2008

Gletser Jaya Wijaya

Glatser Jaya wijaya

Sulit dipercaya saat melihat sebuah pemandangan salju yang berada di daerah panas karena beriklim tropis. Terlebih jika pemandangan salju itu terhampar di puncak-puncak gunung dengan dindingnya yang berwarna kehitaman.

Saat ini, salju yang tersisa hanya berada di Puncak Jaya, Meren, Northwall, dan Ngga Pulu. Sebelum berubah nama menjadi Puncak Jaya, puncak ini dahulunya bernama Carstenz Pyramide.
Puncak Jaya yang bersalju ini merupakan salah satu puncak gunung gletser yang ada di kawasan khatulistiwa, seperti puncak es lainnya yang berada di Afrika dan Amerika Selatan.
Dari udara, puncak tersebut mirip bebatuan hitam dengan permadani putih yang lembut. Saat matahari sedang bersinar cerah, hamparan salju itu memantulkan cahaya yang menyilaukan mata. Pandangan mata akan lebih nikmat saat langit sedang berawan sehingga hamparan salju itu akan memunculkan kesan kedamaian di tengah teduhnya cuaca.
Puncak dengan lereng yang sangat curam itu menampilkan pesona alam yang sulit dicari bandingannya. Dindingnya yang hitam berdiri hampir tegak lurus dengan permukaan tanah yang berada ratusan meter di bawahnya.
Pemandangan salju es sungguh memukau. Apalagi jika memasuki akhir tahun di mana musim dingin dan hujan tiba. Di musim itu, biasanya salju menutupi hampir semua puncak Pegunungan Jayawijaya hingga ke lereng di bawahnya.
Jayawijaya merupakan sebuah gunung yang juga dikenal sebagai Gunung Orange yang berada di Pulau Papua. Gunung ini memiliki ketinggian 4750 m dpl, yaitu di puncak trikora. Jayawijaya merupakan salah satu dari 5% cadangan es dunia yang berada di luar Antartika dan Greenland. Dilihat dari keberadaan gletsernya yang berada di sebuah pegunungan, maka gletser Jayawijaya merupakan bentang alam glasial tipe Alpine Glaciation. Dilihat dari tipe gletsernya, gletser Jayawijaya merupakan tipe Valley Glacier. Valley glacier merupakan gletser pada suatu lembah dan dapat mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Pada valley glacier juga terdapat anak sungai.
Dari penelitian sudah jelas ada berberapa periode zaman es kemudian ada periode hangat tapi kataklysmik tidak - semacam periodik siklus dingin kemudian panas - justru siklus panas sekerang berjalan +/- 10,000 tahun dan walaupun ada efek dari bakar hidrokarbon ini hanya mempercepat proses yang sudah berjalan selama ribuan tahun ingat 500 tahun yang lalu Carstenz bisa lihat salju diatas pergunungan dari laut; sekarang sudah mencuit supaya mungkin tingal hanya 1% dari apa yang ada dalam zaman Carstenz dan yang zaman Carstenz mungkin kurang dari 1% dari apa yang ada 10,000 tahun yang lalu.
Berkurangnya jumlah gletser yang ada di puncak jaya dapat diakibatkan oleh banyak hal. Penyebab utama lenyapnya tudung es atau es abadi pegunungan Jayawijaya itu menurut hasil penelitian para ahli gletser dan lingkungan hidup CSIRO Australia, semacam LIPI di Indonesia, disebabkan pemanasan global dan perubahan cuaca akibat perubahan iklim dunia.
Karena itu menciutnya padang es abadi itu bukan akibat kegiatan pertambangan emas dan tembaga yang sedang dilakukan PT Freeport Indonesia, sekitar 15 kilometer dari kaki pegunungan Jayawijaya, kata Kepala Departemen Lingkungan Hidup PT reeport Indonesia, Wisnu Susetyo Phd.
Karena itu gletser ini diperkirakan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan mengalami nasib yang sama dengan gletser di Papua Nugini (PNG) yang lenyap akibat pemanasan global kata wisnu.
Dijelaskan dalam penelitian para pakar CSIRO selain menggunakan peralatan mutakhir juga menggunakan sinar infra merah yang peka terhadap panas sehingga terungkap bahwa penyebab utama menyusutnya luas tudung es Jayawijaya akibat pemanasan global.
Pada prinsipnya, karena perubahan suhu adalah fenomena yang tidak merata, maka kutub-kutub mengalami kenaikan suhu lebih banyak daripada kawasan ekuator; dan benua lebih meningkat suhunya dibanding kawasan samudera. Ini telah dibuktikan antara lain dengan runtuhnya “sekeping” gletser Antartika (kurang lebih sebesar Pulau Bali!) dan tercebur ke dalam Samudera Atlantik Selatan. Pencairan es di kutub-kutub menjelaskan terjadinya kenaikan permukaan air laut. Pada awal 1995 terjadi banjir pada musim dingin yang melanda berbagai kawasan Eropa Utara karena meningginya permukaan air laut. Pada musim semi sebelumnya, Cina mengalami banjir karena mencairnya salju yang lebih cepat, dan membunuh hampir 2000 jiwa.
Melelehnya es di puncak-puncak Pegunungan Alpen juga mulai menyembulkan batu-batu cadas yang selama ribuan tahun sebelumnya tersembunyi di balik salju. Di seluruh dunia pun terjadi perubahan cuaca yang ganjil. Musim dingin yang kurang dingin, tetapi kadang-kadang dikejutkan dengan badai salju yang sangat dingin. Musim kemarau yang berkepanjangan di daerah khatulistiwa dan musim hujan yang semakin tak beraturan. Dan, yang terakhir ini, fenomena El Nino. Tak usah jauh-jauh. Penduduk Jakarta bisa melihat kawasan Puncak sekarang yang tidak sehijau di masa lalu.
Untuk menyelamatkan tudung es ini pakar CSIRO Australia juga angkat tangan karena hingga saat ini belum ditemukan cara yang efektif untuk mengatasi penyusutan gletser akibat pemanasan global.
Para ahli Australia yang tertarik dengan keanehan tudung es Jayawijaya hingga sangat antusias untuk menyelamatkan salah satu objek wisata utama di Irja ini tidak mampu berbuat banyak.
Terbentuknya Gletser Di Jayawijaya
BAGI pendaki gunung, mendaki jajaran Pegunungan Jayawijaya adalah sebuah impian. Betapa tidak, pada salah satu puncak pegunungan itu terdapat titik tertinggi di Indonesia, yakni Carstensz Pyramide dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Jangan heran jika pendaki gunung papan atas kelas dunia selalu berlomba untuk mendaki salah satu titik yang masuk dalam deretan tujuh puncak benua tersebut. Apalagi dengan keberadaan salju abadi yang selalu menyelimuti puncak itu, membuat hasrat kian menggebu untuk menggapainya.
Tetapi, siapa yang menyangka jika puncak bersalju itu dahulunya adalah bagian dari dasar lautan yang sangat dalam!
Pulau Papua mulai terbentuk pada 60 juta tahun yang lalu. Saat itu, pulau ini masih berada di dasar laut yang terbentuk oleh bebatuan sedimen. Pengendapan intensif yang berasal dari benua Australia dalam kurun waktu yang panjang menghasilkan daratan baru yang kini bernama Papua. Saat itu, Papua masih menyatu dengan Australia.
Keberadaan Pulau Papua saat ini, lanjutnya, tidak bisa dilepaskan dari teori geologi yang menyebutkan bahwa dunia ini hanya memiliki sebuah benua yang bernama Pangea pada 250 juta tahun lalu. Pada kurun waktu 240 juta hingga 65 juta tahun yang lalu, benua Pangea pecah menjadi dua dengan membentuk benua Laurasia dan benua Eurasia, yang menjadi cikal bakal pembentukan benua dan pegunungan yang saat ini ada di seluruh dunia.
Pada kurun waktu itu juga, benua Eurasia yang berada di belahan bumi bagian selatan pecah kembali menjadi benua Gonwana yang di kemudian hari akan menjadi daratan Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia.
Saat itu, benua Australia dengan benua-benua yang lain dipisahkan oleh lautan. Di lautan bagian utara itulah batuan Pulau Papua mengendap yang menjadi bagian dari Australia akan muncul di kemudian hari.
Pengendapan yang sangat intensif dari benua kanguru ini, sambungnya, akhirnya mengangkat sedimen batu ke atas permukaan laut. Tentu saja proses pengangkatan ini berdasarkan skala waktu geologi dengan kecepatan 2,5 km per juta tahun.
Proses ini masih ditambah oleh terjadinya tumbukan lempeng antara lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia di dasar laut. Tumbukan lempeng ini menghasilkan busur pulau, yang juga menjadi cikal bakal dari pulau dan pegunungan di Papua.
Akhirnya proses pengangkatan yang terus-menerus akibat sedimentasi dan disertai kejadian tektonik bawah laut, dalam kurun waktu jutaan tahun menghasilkan pegunungan tinggi seperti yang bisa dilihat saat ini.
Bukti bahwa Pulau Papua beserta pegunungan tingginya pernah menjadi bagian dari dasar laut yang dalam dapat dilihat dari fosil yang tertinggal di bebatuan Jayawijaya.
Meski berada di ketinggian 4.800 mdpl, fosil kerang laut, misalnya, dapat dilihat pada batuan gamping dan klastik yang terdapat di Pegunungan Jayawijaya. Karena itu, selain menjadi surganya para pendaki, Pegunungan Jayawijaya juga menjadi surga para peneliti geologi dunia.
Sementara terpisahnya daratan Australia dengan Papua oleh lautan berawal dari berakhirnya zaman es yang terjadi pada 15.000 tahun yang lalu. Mencairnya es menjadi lautan pada akhirnya memisahkan daratan Papua dengan benua Australia.
Masih banyak rahasia bebatuan Jayawijaya yang belum tergali. Apalagi, umur Pulau Papua ini masih dikategorikan muda sehingga proses pengangkatan pulau masih terus berlangsung hingga saat ini. Ini juga alasan dari penyebutan Papua New Guinea bagi Pulau Papua, yang artinya adalah sebuah pulau yang masih baru.
Sementara keberadaan salju yang berada di beberapa puncak Jayawijaya, diyakininya akan berangsur hilang seperti yang dialami Gunung Kilimanjaro di Tanzania. Hilangnya satu-satunya salju yang dimiliki oleh pegunungan di Indonesia itu disebabkan oleh perubahan iklim secara global yang terjadi di daerah tropis.

DI KOPAS : http://aapgscundip.wordpress.com/2008/07/22/glatser-jaya-wijaya/

Sumber:
http://www.republika.co.id/9704/15/15XSAL.094.html
http://www.antara.co.id/currissue/97/9/11/I32.html
http://www.infopapua.com/
http://www.merbabu.com/
http://en.wikipedia.org/wiki/Jayawijaya_Mountains
http://www.mail-archive.com/envorum@ypb.or.id/msg00040.html

CATATAN MAPALA UNAND

Dihadang Badai, Puncak Jaya Direngkuh

October 3rd, 2007

Wpe09068EKSPEDISI pendakian ke Carstenz Pyramid (4.884 Mdpl) di Papua yang diikuti anggota Mapala Unand, Zulfahmi bersama tim gabungan dari Mapala UI, Stekpi Jakarta, dan crew Lativi dihadang badai salju. Meski gagal mencapai puncak Carstenz di jajaran Pegunungan Jaya Wijaya itu, tepat pukul 12.00 WIT pada 17 Agustus lalu, rombongan ekspedisi ini berhasil menggapai Puncak Jaya (4.862 Mdpl).

Keberhasilan menggapai Puncak Jaya tersebut, memang diluar dugaan sebelumnya. Mengingat di awal pendakian, cuaca buruk selalu menyertai perjalanan tim ekspedisi yang dipimpin pendaki kawakan, Ripto Mulyono itu. Sehingga, jadilah Puncak Jaya sebagai pelipur lara atas kegagalan “menjamah” puncak Carstenz.

Sebagaimana dilaporkan Zulfahmi, ketika menginjakkan kakinya di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (27/8) lalu, kegagalan untuk menjejakkan kaki di puncak Carstenz lebih disebabkan pada faktor alam yang tak bersahabat ketimbang faktor internal tim. Dikatakannya, stamina anggota tim masih sanggup untuk meneruskan perjalanan seandainya saja badai salju itu tidak datang terus menerus. Namun karena badai salju selalu menghadang, maka diputuskanlah untuk turun kembali ke base camp di lembah Danau-danau.

“Kami sempat mengalami trouble ketika salah seorang anggota tim dari Stekpi mengalami cedera. Saya bersama Ripto dan 2 orang crew Lativi terpaksa kembali ke base camp sebagai rescue team. Di saat bersamaan, 4 orang anggota tim lainnya melanjutkan perjuangan untuk menggapai puncak tertinggi Indonesia tersebut. Dan mereka berhasil,” ucap Fahmi.

Meski gagal di pendakian pertama ke puncak salju abadi Indonesia ini, Fahmi masih patut berbangga diri. Karena kemampuan fisik dan keandalan tekniknya cukup diakui rombongan tim lainnya. Karena itu, pada 7 September mendatang dia bakal kembali bertolak ke Timika, Papua untuk mendaki puncak Carstenz bersama rombongan pendaki Amerika yang akan menyelesaikan program pendakian Seven Summit (7 puncak) di 7 benua. (max)

ARTIKEL INI BERSUMBER DI :
http://mapalaunand.com/info-carstenz/dihadang-badai-puncak-jaya-direngkuh/

CATATAN JEJAK PETUALANG




EKSPEDISI JEJAK PETUALANG TRANS 7

Tim JP (Dina, Dody, Budi, Cosmas, Giri, Bayu dan Une) bersama Tim Brimob Papua (8 orang) memulai pendakian dari mil 64 (pos Brimob) dengan mengggunakan bus dengan seluruh perbekalan dan peralatan pendakian (total sekitar 700 kg.) menuju mil 68 (Tembagapura 2500 MDPL), dilanjutkan dengan menggunakan trem (kereta gantung ke kawasan Gressberg (3500 MDPL) selama lebih kurang 10 menit, setelah turun dari trem rombongan diangkut lagi dengan bus menuju Zebra Wall diketinggian 3800 MDPL, dari Zebra Wall inilah awal dari pendakian menuju flaying camp di Danau Biru (3900 MDPL), di Danau Biru kita mendirikan tenda dan bermalam, ini dilakukan agar tubuh kami menyesuaikan dengan ketinggian yang berkadar oksigen lebih tipis, memang sebaiknya tidak terlalu cepat mencapai ketinggian tertantu, idealnya (menurut buku-buku) tiap naik 100 meter, harus bermalam 1 malam, begitu seterusnya.

Suhu mulai terasa menggerogoti tulang (siang 10C, malam 3C) apalagi bila angin berhembus... hih... malamnya hujan untung tenda dan flysheet sudah berdiri. Beberapa teman tampak terdiam mungkin akibat serangan penyakit ketinggian, aneh memang biasanya mereka ceria dan penuh canda, dari pengalaman penyakit ketinggian menyerang pendaki yang naik terlalu cepat. Baru tahu mereka hehehe...
Pagi sekali kami sudah bangun, langit tampak cerah, tidak ada awan yang menutupi, kamipun bermandikan cahaya matahari, seluruh peralatan, pakaian dan sleeping bag kami jemur biar tidak lembab dan berat ketika dibawa... setelah berkemas dan sarapan pagi, kamipun melanjutkan perjalanan menuju base camp induk Lembah Danau-Danau (4200 MDPL)...
Awal pendakian sungguh berat, pagi-pagi kami sudah disuguhi tanjakan terjal dan panjang... membuat nafas satu dua, jalan datar saja sudah menyesakan dada apalagi menanjak curam huh... namun dengan semangat 45 teman2 kru JP selangkah demi selangkah maju, deru nafas diiringi sesekali batuk mengiringi pendakian yang semakin berat... hanya tatapan mata satu dengan yg lain jadi alat komunikasi, saya hanya bisa tersenyum dan kagum dengan semangat mereka...

Pendakian ke Base Camp Induk Lembah Danau-Danau (4200 MDPL) kami mulai. Trek menanjak sangat melahkan, belum lagi tipisnya oksigen membuat teman-teman kelelahan dengan cepat. Beberapa teman yang masih merasakan penyakit ketinggian, pusing seperti ada batu di kepala tampak berjalan gontai dengan ransel bawaan yang berat. Dina dan Nomang beristirahat untuk menormalkan kembali pernafasan dan meneguk air membasahi tenggorokan. Trek menanjak di pintu angin adalah satah satu trek terberat, selain curam juga tidak mudah berjalan karena krikil dan batu yang mudah lepas. Saya melihat thermometer di jam saya yang menunjukan suhu 8 derajat celsius, dan terasa semakin dingin ketika angin berhembus, apalagi sinar matahari terhalang kabut tebal.

Setelah melalui tanjakan terjal pintu angin akhirnya kami bisa bernafas lega karena trek tidak lagi menanjak terjal, flat diselingi naik turun yang tidak berat, pemandangan danau di kiri trek cukup menghibur. Setelah berjalan selama 5 jam akhirnya kami sampai di Base Camp Induk Lembah Danau-Danau (4200 MDPL). Kami disambut teman-teman brimob dan welcome drink secangkir teh manis panas hmmm nikmatnya. Di base camp tampak berdiri 3 tenda dome dan flysheet untuk kami. Tanpa membuang waktu saya memerintahkan teman-teman untuk membuka alat komunikasi seperti antene outdoor HP satelite dan B-Gan alat untuk mengirim gambar via satelit ke kantor di Jakarta. Selain tenda kami, juga berdiri tenda-tenda lain dan dapur umum yang hangat, gimana nggak hangat ada 4 kompor minyak yang lagi menyala?

Tidak ada yang kami lakukan selain mempersiapkan peralatan pendakian gunung es dan aklimatisasi dengan hiking seputaran danau-danau, agar badan semakin menyesuaikan dengan tipisnya oksigen di ketinggian.

Pagi sekali kami sudah bangun dan kemudian sarapan. Pagi ini adalah saat yang ditunggu teman-teman, kami akan mendaki hingga gletser Puncak Jaya... pendakian gunung es sebenarnya akan kami lakukan. Awal trek belum terlalu berat, jalur tanah berkerikil membelah lembah batu, dengan tebing tinggi, dingin di kiri kanan trek. Saya masih ingat tebing batu di sisi trek dulunya masih berselimut es dan salju ketika saya mendaki untuk pertama kalinya tahun 1989, es semakin menyusut kini. Dulu hanya butuh waktu 1 jam saja ke gletser, sekarang diperkirakan akan memakan waktu sekitar 5 jam. Trek semakin sulit ketika kami harus mendaki jalur krikil dan batu yang licin, bila tidak hati-hati bisa tergelincir dan terjun bebas ke jurang! Hih...

Setelah berjalan 4,5 jam lamanya akhirnya kami sampai di gletser. Tidak terkira wajah-wajah riang teman-teman, seperti orang ndeso katro mereka berhamburan memegang es dan salju... Benar-benar kampungan hehehe... Kami tidak bisa berlama-lama menikmati pencapaian ini, karena tidak lama kemudian kabut, angin dan rintik hujan es... ya es..., kena kepala bletuk.. bletuk.. rasanya, kami pun bergegas mendirikan tenda dan flysheet. Untung kami sigap, karena beberapa menit kemudian badai pun melanda camp kami, angin kenacang, salju dan es menghantam tanpa ampun tenda kami... suhu menunjukan 0 derajat celcius !

Ditengah suhu dingin yang membekukan 3 derajat celcius pukul 6 pagi, kami semua telah bangun. Secangkir teh manis ditemani beberapa potong biscuit menjadi sarapan pagi kami. Seusai sarapan kami mempersiapkan peralatan pendakian es, seperti paku es (crampon) yang kami pasang di sepatu gunung kami, kampak es (ice axe), tongkat es (Sky pol), tali, karabiner, harness dan sebagainya.

Tebing es setinggi kurang lebih 40 meter membentang dihadapan kami. Belum apa-apa dingin yang dihembuskan angina dari tebing es situ menerpa wajah kami, seperti kalau kita membuka freezer hih... pipi dan hidung ini langsung disergap dingin yang menusuk. Sebagai pemanjat pertama (leader) adalah Giri diamankan oleh seutas tali dibawahnya oleh Une. Semeter demi semeter Giri menambah ketinggian. Kampak esnya terdengar menancap pada es yang keras disusul kemudian tendangan cramoonnya di tebing es untuk memperkokoh posisi berdiri. Akhirnya Giri sampai di sebuah teras yang cukup aman untuk membuat tambat pengaman. Tali pun diulur dan satu demi satu pendaki lainnya memanjat dengan menggunakan jummar, pertama adalah Budi kamerawan untuk bisa mengambil gambar dari atas, disusul kemudian saya, Dina dan terakhir Deni . Dina mencoba memanjat es dengan cara ice climbing seperti Giri diamankan oleh tali. Pemanjat terakhir adalah Deni yang sesampainya di teras kedua dilanjutkan dengan tahapan pemanjatan 20 meter berikutnya.

Setelah sesampainya di hamparan es yang datar, maka tali pun dibentang menghubungkan satu pendaki dengan pendaki lainnya (moving together). Ini merupakan teknik berjalan di padang es yang aman. Karena bisa saja salah satu pendaki terperosok ke jurang es, namun tali akan menahan pendaki tersebut. Selangkah demi selangkah para pendaki menapaki es yang keras dan dingin. Dina berusaha keras untuk tetap melangkah, sesekali talinya menegang ketika harus berhenti menarik nafas dan batuk karena sesak nafas. Kabut dan salju yang turun menambah tebal padang es, sehingga memberatkan langkah kami. Udara dingin menerobos, winbreaker dan sweater yang kami pakai, sarung tangan wol berlapis mitten pun hampir tidak bisa menahan dingin, membuat jemari tangan kebas dan kaku, begitu juga dengan jari kaki. Saya perintahkan teman-teman untuk mempercepat langkah, karena saya khawatir kami akan terserang radang dingin (frostbite) apalagi angin semakin kencang dan hujan salju semakin deras turun.

Langkah kami semakain berat karena salju tebal kami injak. Deni tampak berjalan berhati-hati, dia menusukan kampak esnya ke es, mencari jalan es yang keras, sementara disisi kami jurang es yang tidak berdasar menganga siap menelan kami bulat-bulat. Detak jantung saya bedertak kencang ketika Dina terjatuh karena gagal melompati parit es yang keras, untuk tali menahan tubuhnya sehingga dia tidak meluncur jatuh ke jurang. Dengan perlahan Dina berusaha bangkit dan kembali berjalan.

Setelah 3 jam berjuang akhirnya kami sampai di tempat teritinggi, datar, terbuka dan tidak ada lagi gundukan es yang lebih tinggi... puncak! Akhirnya sampai juga perjuangan 10 hari lamanya kami sampai di puncak Jaya di ketinggian 4860 meter dari permukaan laut. Kami pun bersorak dan berangkulan gembira karena telah melalui ujian berat yang melelahkan. Berkejaran dengan kabut yang turun dan angin yang semakin kencang, kami pun berfoto-foto kemudian turun ke base camp di gletser. Terimakasih Tuhan. (TAMAT)

Keterangan Lebih Lanjut Silakan Klik
http://jejakpetualang.multiply.com/photos/album/33/Oleh-oleh_Ekspedisi_Jaya_Wijaya

Wednesday, October 15, 2008

Soe Hok Gie


Soe Hok Gie di Puncak Pangrango, 1967
Soe Hok Gie di Puncak Pangrango, 1967

Soe Hok Gie (17 Desember 1942–16 Desember 1969) adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969.

Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin (Hanzi: 蘇福義). Leluhur Soe Hok Gie sendiri adalah berasal dari Provinsi Hainan, Republik Rakyat Cina.

Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983).

Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia.

Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya (kira-kira sepertiga dari seluruh karyanya) selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan (Bentang, 1995).

Catatan Seorang Demonstran
Catatan Seorang Demonstran

Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (Bentang, 1997).

Sebagai bagian dari aktivitas gerakan, Soe Hok Gie juga sempat terlibat sebagai staf redaksi Mahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan yang diterbitkan oleh mahasiswa angkatan 66 di Bandung untuk mengkritik pemerintahan Orde Lama.

Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.

John Maxwell menulis biografi Soe Hok Gie dengan judul Soe Hok Gie - A Biography of A Young Indonesian Intellectual (Australian National University, 1997).

Pada tahun 2005, catatan hariannya menjadi dasar bagi film yang disutradarai Riri Riza, Gie, dengan Nicholas Saputra berperan sebagai Hok Gie.

http://id.wikipedia.org/wiki/Soe_Hok_Gie

 
Blogger Templates